*The Adventure Time*

*The Adventure Time*

Sabtu, 16 Februari 2013

Two is Better Than One


Hanya diri kita sendiri yang tau apa yang harus kita lakukan. hanya kita sendiri yang mengetahui apa yang kita mau dan hanya diri ini lah yang tau apa yang paling kita butuhkan. antara cinta dan harapan.. karena hanya kita-lah pakar dari segala isi hati diri ini. banyak berbual kepada orang tentang masalah yang kita miliki itu hanya membuang waktu, disini.. di bagian ini kita seringkali mempunyai presepsi yang berbeda.. tetapi tak apa :)
menyendiri dan mengintrospeksi diri, itu sudah yang terbaik :)

tetapi kebenarannya ialah . .
Manusia tidak bisa hidup sendiri.. meskipun secara raga terlihat seperti tidak membutuhkan bantuan, tetapi di dalam hati mereka berteriak “TOLONG AKU!” . itulah salah satu sifat munafik manusia..

percaya-kah? :)

- Villiyent Amran -

Hujan-pun Pandai Bernyanyi


Di balik sendunya awan hitam, aku punya banyak pertanyaan tentang apa yang mereka hasilkan.. “HUJAN”, yaa . . itu dia :)

Taukah kalian seperti apa bentuk sebenarnya mereka saat berjatuhan ke bumi mengiringi datangnya angin dan petir??

Entah seperti apa bentuk nya.. apa tak pernah putus seperti benang panjang saat diulurkan? apa juga seperti manik-manik kecil yang berhamburan saat dijatuhkan ke lantai?? apakah mereka..jatuh secara bersamaan atau satu per-satu?? Air Hujan. .bagaimana mereka? seperti aliran air keran-kah? atau seperti tetesan-tetesan embun pagi?? Mengapa hujan terkadang deras, terkadang rintik-rintik?? ENTAHLAH!
Aaahhh! memikirkan mereka tidak ada habisnya.. hanya membuahkan kebingungan saja dan menghasilkan tanda tanya di akal fikiran.

waktu itu aku bertanya kepada seseorang, persis seperti pertanyaan di atas..
“Gimana ya bentuk air hujan?”
“Aku nggak tau..”
“Menurutmu, mereka itu seperti benang panjang atau manik-manik kecil kalau dijatuh-kan?”
“Sayang, hujan itu bukan mereka :) karena hujan bukan makhluk hidup.. mungkin, air hujan itu seperti benang panjang.. ya seperti itu”
“iya deh :)”, hanya sampai di situ percakapan kami.. sungguh aku merasa tidak mau melanjutkan, entah kenapa. mungkin aku hanya tersinggung saat ia bilang bahwa hujan itu bukan makhluk hidup.. karena menurut aku, hujan itu sungguh hidup. mereka memberikan kehidupan bagi makhluk hidup lainnya.. seperti “kamu”, memberikan kehidupan yang berbeda untuk-ku (apa hubungannya?? hahah). entah seperti apa yang ada difikiranmu tentang mereka, sayang..

Mereka selalu di identik-kan dengan pengiring kesedihan.. tapi mungkin tidak bagi orang-cina. entah mengapa. aku benci saat mengetahuinya. Air matamu, bukan air hujan, kawan :) hujan pembawa berkah..
Hujan memang pernah meninggalkan kenangan yang buruk untuk aku pribadi, tapi tentu saja aku tidak bisa menyalahkannya, karena bukan dia-lah penyebab kesedihanku.. dulu, aku sempat membenci hujan karena itu.. tapi sekarang, aku berpendapat lain tentangnya. entah mengapa.. padahal tidak ada kenangan romantis atau menyenangkan-pun… hahahah

Hujan pandai bernyanyi.. “Kenapa bisa? bagaimana caranya? apa buktinya??”
:) mereka pandai menidurkanmu, mereka menutup kedua matamu secara perlahan dengan  kelembutan yang mereka buat sendiri, tanpa kita sadari mereka bernyanyi untuk kita hingga tertidur lelap. Tidak-kah kalian sadari? begitu merdunya suara air hujan. bisa dibilang seperti nyanyian seorang ibu yang ingin menidurkan anaknya..

dimusim penghujan kemarin, aku lebih banyak tertidur karena asyik mendengarkan merdunya nyanyian mereka. dingin, namun disetiap tetesnya sungguh berharga. hujan menebarkan bau basah seperti embun malam. seakan ketentraman begitu dekat dengan jiwa dan sanubari. Tuhan menciptakan mereka untuk kita syukuri kehadirannya, sungguh maha sempurnanya mereka :))

“HUJAN”, tak akan pernah habis 1001 satu pertanyaan tentang mereka..
yang jelas, aku mencintai hujan.. hujan adalah “kamu” yang aku sayang. entah apa alasannya, tapi itu lah kenyataannya . .

- Villiyent

♂ The Glory Of Teenagers ♀: US!

♂ The Glory Of Teenagers ♀: US!: Kau tau kawan? ada saatnya dimana kita nanti akan menangis tersendu-sendu saat tau bagaimana rasanya berpisah. Aku dan kamu sudah menja...

Jumat, 15 Februari 2013

TAKE CARE OF MY PET

US!


Kau tau kawan? ada saatnya dimana kita nanti akan menangis tersendu-sendu saat tau bagaimana rasanya berpisah.
Aku dan kamu sudah menjadi kita, saat menjadi kita, kita sudah menjadi bagian dari lembar harian hidup kita. Tertawa, ceria, bercanda, berseteru, akhirnya itu menjadi indah. Hal yang paling indah saat aku kenang nantinya. 
Mungkin kita sudah jenuh dengan sekolah, dengan tugas-tugas yang menumpuk, dengan guru-guru yang semaunya hahah but, kita tidak pernah lelah, jenuh atau bosan dengan kita saat bersama.
Kau tau kawan? perjuangan kita tinggal selangkah. lalu kita bebas, lalu kita puas, dan lalu kita terlepas. kita terlepas dari apa yang sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. rasa-rasanya aku hanya tidak ingin itu semua berakhir.
Kau tau kawan? kita bukan saudara, kita tidak sedarah, tapi karena sering tertawa bersama, kamu sudah mendarah daging di tubuhku bahkan sudah menjadi kebiasaanku.

Kau tau kawan? aku amat sungguh mencintaimu, lukamu menjadi sedihku, tawamu menjadi bahagiaku.

This is about us, we'll miss it oneday :')

Love : Villiyent -

Senin, 28 Januari 2013

Utuk Putri

Senin, 18 Juni 2012

Teman, itu adalah hari terakhir dimana aku melihatmu duduk manis bersanding dengan sahabatku, kekasihmu sebelum kepergianmu.. tanpa pamit dan meninggalkan sepatah kata untuk salam pertemanan dan salam perpisahan, kau pergi dengan ketenangan yang abadi. tidak banyak bicara, kau hanya duduk diam dengan jaket merahmu yang akhir-akhir ini sering kau kenakan. sambil membuka selembar demi selembar buku kecil yang kau baca, kau hanya terus tersenyum kecil dengan manisnya. hari itu, aku sangat tidak mengenalimu.. binar wajahmu sungguh berbeda. kau lebih banyak terdiam dibanding saat kita sering bertemu di kantin. aku fikir, itu bukan pertanda sesuatu..

Rabu, 20 Juni 2012

Pada saat itu, kami sedang dalam perjalanan menuju ke rumah salah satu sahabat kami. Salah satu dari kami mendapat kabar dari kekasihnya, bahwa ada sebuah kecelakaan yang memakan korban. dengan kepala yang pecah dan helm yang dikenakan sudah agak “peot”. entah itu siswa dari sekolah kami atau siswa dari sekolah tetangga kami. kami masih belum mengetahuinya bahwa korban kecelakaan itu adalah dia. Sepanjang perjalanan, kami terus bertanya-tanya dengan diiringi rasa penasaran.. dan tidak lama kemudian, Regar.. yaa, dia mendapat kabar, bahwa korban kecelakaan tersebut ialah kekasih dari sahabat kami, Wahyu. kekasihnya, ialah teman kami juga. Percaya tidak percaya, kami coba menyangkal pernyataan tersebut. shock, terdiam sesaat, kami masih tidak yakin. sampai akhirnya, aku menghubungi Wahyu. Polisi menyatakan kepada Wahyu bahwa Nola, telah meninggal dunia. kami makin tidak percaya. dan sampai pada akhirnya, teman-teman kami mengupdate foto dari jenazah Nola di BBM dan pada saat itulah mau tak mau kami harus mempercayainya. serentak aku terbawa oleh suasana yang haru dan tidak dapat menahan air mata yang jatuh begitu saja. ternyata hanya sesingkat ini pertemuan kita. “Innalillahiwainnaillahirojiun” . . Sore yang sangat cerah dengan panasnya yang menyengat. aku beserta teman-temanku turut menghantarkan jenazah dari Nola ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Sedihku melihat salah satu sahabatku berduka..

dukamu ialah dukaku, kawan. duka mendalam yang menyisakan luka, yang mungkin tak akan bisa terobati meski sudah terlupakan. memang. . bukan ini yang kita mau, tetapi takdir ini sudah menjadi pilihanNya. karena sudah dari dasarnya manusia terbuat dari saripatih tanah, maka hal nya lah kita akan kembali seperti asal mulanya. hanya bertilamkan tanah dan kain kafan yang menjadi selimutnya. kita akan tinggal bersama penghuni bawah tanah, tanpa keluarga, sahabat atau kekasih.. Selamat jalan Nola, Putri yang tertidur lelap bersama kedamain yang dibawanya. kami akan menjaga kekasihmu sebaik mungkin dan coba menghiburnya tanpa ragu :) segala do’a kami untukmu, semoga tenang dan di tempatkan disisiNya. Amiin ~

- R.I.P Nola Dianita Putriani -

Jingga Untukmu, Senja

Tanpa keluh, peluhku terus menetes membasahi wajah kusam yang dipenuhi bintik hitam. untuk apa terus berangan? sedang keinginan tidak juga terwujud. bukan, bukan mengeluh.. hanya saja penat yang amat berlebih yang aku rasa, inginnya tidak pernah ditepati. seteguk, dua teguk air liur yang kau telan.. apa itu sudah cukup memuaskan dahagamu, teman? katakan saja. jika kurang, akan aku tambahkan dengan peluhku yang tidak berhenti menetes.. atau air mata yang jatuh beringingan dengannya. hanya itu saja yang aku punya. dan aku harap kau jangan meminta lebih.. matahari sore ini tidak seperti biasanya, tetapi dengan warnanya yang agak sedikit pudar dan tertutup awan, tetap saja binar cahayanya tidak pernah lepas untuk menebarkan jingga indahnya. matahari saja tidak pernah lelah, tidak pernah mengeluh untuk bersinar sepanjang hari, esok, dan seterusnya.. lalu, kenapa aku harus??… aahh, tidak juga :)

kau.. apakah kau juga melihat jingga indah yang sama di sana? lebih indah dari kedua bola mataku, bukan? kali ini kau berbohong :) aku yakin, jika saja saat ini aku menatap kedua matamu, kebohongan itu akan sangat jelas terlihat. mungkin kau memang pandai berbohong demi kebahagiaanku, tapi sorot matamu tidak amat pandai untuk menyembunyikannya. aku pun mengakui, ini salah satu dari jingga terindah yang pernah aku lihat. andai ada tuas yang bisa mengulang terjadinya matahari terbenam, akan aku naik turunkan berulang kali. pasti itu sungguh menyenangkan.. awan-awan itu seperti berjelaga di sekitarnya. sungguh maha karya nan sempurna. Tuhan, seperti inikah caramu memaksa mataku untuk tertutup demi dinginnya malam yang akan kunjung larut? Kau berikan kami kilasan keindahan senja disaat malamMu akan segera tiba. kau buka dengan kilas pencahayaan yang sempurna dan kau tutup dengan kegelapan yang cukup membuatku merasa tidak nyaman.

Matahari mulai menenggelamkan diri, beranjak ke tempat lain untuk disinari. bukan berarti dia juga ikut beristirahat, tidak. matahari selalu berkeliling dunia, menurutku. senja yang oranye.. sedikit demi sedikit, warna-warni sore mulai pudar. beranjak senja lalu malam. masih kah kau duduk merenung akan kebahagiaan yang akan datang dimasa nanti? perlu difikirkan :) cukuplah, tidak perlu meragu dengan hal baik yang akan terjadi. senyuman mendatangkan kebaikan yang tidak terhingga. pernah kah kau mengalaminya? jangan bilang tidak, sebab tentu saja pernah.

Jika jingga teruntuk senja, senja teruntuk malam.. maka akan aku katakan bahawa malam teruntukmu, dia.. esok kita akan bertemu lagi dengan jingganya soremu. suatu saat, warna jingga dan oranye itu akan kita lukis di selembar kertas putih nan bersih yang akan di penuhi coretan pensil warna yang mempunyai warna-warni lebih dibandingkan sore dan senja. dan itu akan lebih mengisi hari-hari kita untuk kita lalui. ingat! tanpa keluh meski berpeluh.. seteguk kebersamaan, itulah yang seharusnya bisa memuaskan dahaga kita. percayalah, semua akan baik saja :)

- Villiyent Amran -